Topologi Jaringan

01.52 / Diposting oleh hizkiaspace / komentar (0)

Topologi adalah cara menghubungkan komputer atau terminal-terminal dalam suatu jaringan

Jenis-jenis topologi jaringan:
1. Topologi star network
Topologi Jaringan ini adalah node (station) berkomunikasi langsung dengan stasiun lain melalui pusat node(hub/switch).Data mengalir dati node ke pusat node dan diteruskan ke node(stasiun) tujuan. Jika salah satu segmen kabel putus, jaringan lain tidak akan terputus.


2. Topologi Bus
Topologi ini merupakan bentangan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup, di mana sepanjang kabel terdapat node-node. Sinyal dalam kabel pada topologi ini dilewatkan satu arah sehinggga memungkinkan sebuah tubrukan terjadi.



3. Topologi Ring
Topologi jaringan yang berupa lingkaran tertutup yang berisi banyak node. Sinyal mengalir dalam dua arah sehingga dapat menghindarkan terjadinya turbrukan. Dengan demikian pergerakan data dapat terjadi sangat cepat. Semua komputer saling tersambung membentuk lingkaran. Data yang dikirim diberi alamat tujuan sehingga dapat langsung menuju komputer yang dituju. Tiap stasiun dapat diberi repeater(transceiver) yang berfungsi sebagai Listen State, Transmit State dan Bypass State


4. Topologi Tree
Tidak semua stasiun memiliki kedudukan yang sama. Stasiun yang kedudukannya lebih tingggi menguasai stasiun di bawahnya, sehingga jaringan sangat tergantung pata stasiun yang berkedudukan lebih tinggi (hierachical topology) dan kedudukan stasiun yang sama,disebut peer topology.



5. Topologi Mesh
Topologi ini menerapkan hubungan antarsentral secara penuh. Jumlah saluran yang harus disediakan untuk membentuk jaringan Mesh adalah jumlah sentral dikurangi 1 (n-1, n=jumlah sentral). Tingkat kerumitan jaringan sebanding dengan meningkatnya sebuah sentral yang terpasang. Dengan demikian di samping kurang ekonomis juga relatif mahal pengoperasiannya. Topologi mesh merupakan teknologi khusus (ad hock) yang tidak dapat dibuat dengan pengkabelan. Karena sisternya yang ruit. Namun dengan menggunakan teknologi wireless maka topolori ini sangat dimungkinkan untuk diwujudkan( karna dapat dipastikan tidak akan ada kabel yang berseliweran).



6. Topologi Hybrid
Topologi ini merupakan topologi gabungan dari beberapa topologi yang ada, yang bidsa memadikan kinerja beberapa topologi yang berbeda, baik berbeda sister maupun berbeda media transmisinya.


Tipe-tipe jaringan berdasarkan jangkauan area

1. LAN(Local Area Network)
LAN dalah Jaringan komputer yang mencakup area lokal, seperti rumah kantor atau grup dari bangunan. LAN sekaran lebih banyak meggunakan teknologi IEEE 802.3 Ethernet switch atau dengan Wi-JI. Kebanyakan berjalan pada kecepatan 10, 100, atau 1000 Mbps.
Perangkat yang banyak digunakan pada LAN di antaranya adalah:
1. Hub: tergolong layer 1 dalam OSI model,berperan sebagai titik sentral untuk koneksi node dalam segman LAN
2. Bridge: sebuah komponen jaringan yang digunakan untuk memperluas jaringan atau membuat sebuah segmen jaringan.
Terdapat tiga jenis bridge yang umum dijumpai:
a. Bridge Lokal: Sebuah bridge yang dapat menghubungkan segmen-segmen jaringan lokal.
b. Bridge Remote: Dapat digunakan untuk membuat sebuah sambungan(link) antara LAN untuk membuat Wide Area Network.
c. Bridge Nirkabel: Sebuah bridge yang dapat menggabungkan jaringan LAN berkabel dan jaringan LAN nirkabel.
3. Switch: merupakan perangkat layer 2. Hampir sama dengan hub namun umumnya memiliki multiport dengan layer koneksi yang sama
4. Router: merupakan perangkat layer 3, yang merupakan perangkat yang lebih rumit dan cerdas

2. MAN (Metropolitan Area Network)
Sebuah MAN biasanya meliputi area yang lebih besar dari LAN, misalnya antargedung dalam suatu daerah (wilayah seperti propinsi). Dalam hal ini jaringan menghubungkan beberapa buah jaringan kecil ke dalam lingkunyan area yang lebih besar, seperti jaringan beberapa kantor cabang sebuah bank di dalam sebuah kota besar yang dihubungkan antara satu dengan lainnya.

3. WAN (Wide Area Network)
WAN adalah jaringan yang biasanya sudah menggunakan media wireless, sarana satelit ataupun kabel serat optik, karena jangkauannya yang lebih luas, bukan hanya meliputi datu kota atau antarkota dalam suatu wilayah, tetepi mulai menjangkau area otoritas negara lain.
Sebagai contoh, jaringan komputer kantor City Bank yang ada di indonesia ataupun yang ada di negara lain yang saling berhubungan, jaringan ATM Master Card, Visa Card atau Cirrus yang tersebar di seluruh dunia,dll.
Biasanya WAN lebih rumit dan sangat kompleks dibanding MAN maupun LAN. Menggunakan banyak sarana untuk menghubunakan antara LAN dan MAN ke dalam kkomunikasi global seperti interner. Meskipun demikian antara AN, MAN dan WAN tidak banyak berbeda antara yang satu dengan yang lain.
Jenis-jenis koneksi WAN seperti: POST, ISDN, X.25 ,Frame Relay, ATM, SMDS, T1, T2, E1, E3, xDDSL, Dial-up Modem, Cable Modem, Terresterial Wireless, Satellite Wireless, SONET.

Label:

Permintaan dan Penawaran

01.45 / Diposting oleh hizkiaspace / komentar (1)

A. Permintaan (demand)
Banyaknya jumlah barang yang diminta pada suatu pasar, dengan tingkat pendapatan tertentu dan dalam periode tertentu inilai yang disebut permintaan. Hubungan antara harga dan permintaan disebut hukum permintaan. Konsep hukum permintaan dikemukakan oleh Alfred Marshall bahwa adanya hubungan terbalik antara harga dan permintaan. Jadi ,hukum permintaan menyatakan:
“Apabila harga suatu barang naik, permintaan barang tersebut akan turun, Jika harga suatu barang turun, permintaan barang tersebut akan naik, ceteris paribus,”
Hukum permintaan ini hanya berlaku apabila asumsi harga faktor lainnya selain harga barang tersebut dianggap terpenuhi, asumsi ini dikenal dengan ceteris paribus.

Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan adalah:
1. Harga barang lain
2. Pendapatan masyarakat
3. Selera masyarakat
4. Jumlah penduduk
5. Ramalan Harga di masa datang

B. Penawaran (supply)
Penawaran akalah jumlah barang yang ditawarkan penjual pada pasar tertentu, pada periode tertentu.
Perbandingan lurus antara harga dan penawaran disebut hukum penawaran. Pada dasarnya, hukum penawaran berbunyi:
Apabila harga suatu barang naik, penawaran barang tersebut akan naik. Apabila harga barang turun, penawaran barang tersebut akan turun, ceteris paribus.

Faktor-fakto yang mempengaruhi penawaran
1. Harga barang lain
2. Biaya produksi
3. Tingkat teknologi

Label: